Dividen merupakan pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham sesuai keputusan perusahaan dan ketentuan yang berlaku.
Dividen dapat diberikan dalam bentuk dividen tunai (cash dividend) maupun bentuk lain, seperti dividen saham (stock dividend).
Bagi investor, dividen menjadi salah satu cara memperoleh hasil dari investasi saham selain capital gain, yaitu keuntungan yang berasal dari kenaikan harga saham.
Namun, membeli saham perusahaan yang membagikan dividen saja belum cukup. Investor perlu memahami cum date, ex date, recording date, dan payment date agar mengetahui kapan harus memiliki saham dan kapan dividen akan dibayarkan.
.jpg) |
| Cara mendapatkan dividen saham. Kuhuni.com |
Apa Itu Dividen Saham?
Dividen adalah bagian dari laba atau keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham berdasarkan keputusan perusahaan.
Misalnya sebuah perusahaan menetapkan dividen sebesar Rp100 per saham.
Investor yang memiliki 1.000 lembar saham secara bruto berhak atas:
1.000 × Rp100 = Rp100.000
Jumlah yang diterima investor dapat berbeda dari perhitungan bruto tersebut apabila terdapat pajak atau ketentuan lain yang berlaku.
Tidak semua perusahaan membagikan dividen. Sebagian perusahaan memilih menggunakan laba untuk ekspansi, membayar kewajiban, memperkuat modal, atau kebutuhan perusahaan lainnya.
Karena itu, investor perlu melihat kebijakan dividen dan kondisi keuangan perusahaan, bukan hanya besar kecilnya dividen.
Cara Mendapatkan Dividen dari Saham
Secara sederhana, langkah mendapatkan dividen adalah sebagai berikut:
1. Pilih saham yang membagikan dividen
Investor dapat mencari perusahaan yang memiliki riwayat pembagian dividen.
Namun, jangan hanya melihat apakah perusahaan pernah membayar dividen. Perhatikan juga:
Perusahaan yang pernah membagikan dividen tidak berarti pasti akan membagikan dividen dengan jumlah yang sama pada tahun berikutnya.
2. Perhatikan jadwal pembagian dividen
Setiap pembagian dividen memiliki jadwal yang diumumkan perusahaan.
Tanggal yang perlu diperhatikan antara lain:
Cum dividend
Ex dividend
Recording date
Payment date
KSEI juga mempublikasikan jadwal corporate action yang mencantumkan tanggal cum dividend, ex dividend, recording date, dan pembayaran dividen.
3. Beli saham sebelum atau pada cum date
Investor yang ingin memperoleh dividen perlu memperhatikan cum dividend date.
Untuk perdagangan di pasar reguler dan negosiasi, cum date merupakan akhir periode perdagangan saham dengan hak atas dividen.
Setelah itu masuk ke periode ex dividend, yaitu perdagangan saham tanpa hak atas dividen tersebut.
Jadi, jangan hanya melihat tanggal pembayaran dividen. Investor harus melihat jadwal cum dan ex dividend yang diumumkan emiten.
4. Pastikan saham tercatat pada recording date
Setelah periode cum dan ex dividend, terdapat recording date.
Recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.
KSEI menjelaskan bahwa dividen tunai diberikan kepada pemegang saham yang tercatat pada recording date sesuai jadwal corporate action.
5. Tunggu payment date
Setelah seluruh proses selesai, perusahaan akan membayar dividen pada payment date.
Untuk saham yang berada dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen tunai dilakukan melalui KSEI dan kemudian didistribusikan ke RDN pada perusahaan efek atau bank kustodian tempat investor membuka rekening efek.
Contoh Cara Mendapatkan Dividen
Misalnya:
Harga saham: Rp4.000
Dividen: Rp100 per saham
Kepemilikan: 10 lot
1 lot: 100 saham
Jumlah saham:
10 × 100 = 1.000 saham
Dividen bruto:
1.000 × Rp100 = Rp100.000
Jadi investor memiliki hak atas dividen bruto sebesar Rp100.000, sebelum memperhitungkan pajak atau ketentuan lain yang berlaku.
Syarat Mendapatkan Dividen Saham
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan investor.
1. Memiliki rekening saham
Investor perlu memiliki rekening efek pada perusahaan sekuritas agar dapat melakukan transaksi saham.
Investor juga memiliki RDN untuk kebutuhan dana transaksi pasar modal.
2. Memiliki saham sesuai ketentuan jadwal dividen
Investor harus memiliki saham pada periode yang memberikan hak atas dividen.
Untuk perdagangan pasar reguler dan negosiasi, investor perlu memperhatikan cum date dan ex date yang tercantum dalam pengumuman pembagian dividen.
3. Tercatat sebagai pemegang saham yang berhak
Recording date digunakan untuk menentukan daftar pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.
KSEI menjelaskan bahwa data pada Sub Rekening Efek digunakan dalam proses administrasi corporate action, termasuk pembagian dividen.
4. Menunggu pembayaran dividen
Investor tidak perlu menjual saham untuk mendapatkan dividen.
Jika investor memenuhi ketentuan dan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak, dividen akan dibayarkan sesuai jadwal.
Empat Tanggal Penting Dividen
Agar lebih mudah dipahami, berikut empat tanggal yang perlu diketahui.
| Istilah | Pengertian |
|---|
| Cum Dividend | Akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen |
| Ex Dividend | Awal periode perdagangan saham tanpa hak dividen |
| Recording Date | Tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak |
| Payment Date | Tanggal pembayaran dividen |
Dalam praktiknya, jadwal dapat berbeda antara pasar reguler/negosiasi dan pasar tunai. Karena itu, investor sebaiknya selalu menggunakan jadwal resmi yang diumumkan emiten dan KSEI.
Kalau Saham Dijual Saat Ex Date, Apakah Tetap Dapat Dividen?
Pada kondisi perdagangan pasar reguler, investor yang sudah membeli saham sebelum batas cum dividend dan kemudian menjualnya pada periode ex dividend tetap dapat menerima dividen tersebut, selama haknya sudah terbentuk sesuai mekanisme corporate action.
Contohnya:
Cum dividend: 22 Juni
Ex dividend: 23 Juni
Recording date: 24 Juni
Payment date: 15 Juli
Investor yang memenuhi ketentuan hingga cum date kemudian menjual saham pada ex date tetap memiliki hak atas dividen yang sudah menjadi haknya.
KSEI menunjukkan struktur jadwal seperti ini dalam pengumuman pembagian dividen.
Namun, investor perlu membedakan hak atas dividen dengan kepemilikan saham setelah ex date. Setelah saham memasuki ex dividend, saham tersebut diperdagangkan tanpa hak atas dividen yang sedang dibagikan.
1 Lot Saham Dapat Dividen Berapa?
Karena 1 lot = 100 lembar saham, jumlah dividen dapat dihitung dengan rumus:
Dividen = Dividen per saham × jumlah saham
Misalnya perusahaan membagikan dividen Rp90,90 per saham.
Maka investor yang memiliki 1 lot:
100 × Rp90,90 = Rp9.090
Jadi, 1 lot saham tersebut memberikan dividen bruto sebesar Rp9.090.
Semakin banyak saham yang dimiliki, semakin besar pula dividen yang diterima jika dividen per sahamnya sama.
Dividen Masuk ke Mana?
Untuk saham yang disimpan dalam penitipan kolektif KSEI, dividen tunai didistribusikan melalui KSEI dan kemudian masuk ke Rekening Dana Nasabah (RDN) pada perusahaan efek atau bank kustodian tempat investor membuka rekening efek.
Investor biasanya dapat melihat transaksi tersebut melalui aplikasi sekuritas yang digunakan.
Apakah Semua Saham Membagikan Dividen?
Tidak.
Tidak semua perusahaan membagikan dividen.
Ada perusahaan yang membagikan sebagian laba kepada pemegang saham, sementara sebagian lainnya memilih menahan laba untuk kebutuhan perusahaan.
Contohnya, perusahaan yang sedang melakukan ekspansi besar mungkin menggunakan laba untuk membangun pabrik, membuka cabang, mengembangkan produk, atau membiayai investasi lainnya.
Karena itu, jangan membeli saham hanya karena perusahaan pernah membagikan dividen.
Berapa Kali Dividen Dibagikan dalam Setahun?
Tidak ada kewajiban bahwa semua perusahaan harus membagikan dividen dengan frekuensi yang sama.
Ada perusahaan yang membagikan dividen satu kali dalam setahun, sementara perusahaan lain dapat membagikan dividen interim sebelum RUPS Tahunan dan kemudian membagikan dividen final setelah keputusan RUPS.
Jadi, investor harus melihat pengumuman resmi masing-masing perusahaan.
Siapa yang Menentukan Pembagian Dividen?
Pembagian dividen merupakan bagian dari keputusan perusahaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk dividen yang berasal dari penggunaan laba perusahaan, keputusan pembagian dan jumlahnya berkaitan dengan keputusan RUPS.
Besarnya dividen yang dibagikan juga dipengaruhi oleh laba, kondisi keuangan, kebutuhan investasi, kebijakan perusahaan, serta keputusan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.
Tips Mendapatkan Dividen
1. Jangan hanya mengejar dividend yield tinggi
Dividend yield memang penting, tetapi jangan digunakan sebagai satu-satunya pertimbangan.
Dividend yield yang tinggi bisa terjadi karena dividen besar, tetapi bisa juga karena harga saham sedang turun.
Rumus sederhananya:
Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%
Misalnya dividen Rp100 dan harga saham Rp2.000:
Rp100 ÷ Rp2.000 × 100% = 5%
2. Lihat riwayat dividen
Periksa apakah perusahaan konsisten membagikan dividen dan bagaimana perkembangan jumlah dividennya.
Riwayat masa lalu tetap bukan jaminan bahwa dividen yang sama akan dibayarkan pada masa depan.
3. Perhatikan laba dan arus kas
Dividen pada dasarnya berkaitan dengan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dan menyediakan dana untuk dibagikan.
Karena itu, investor sebaiknya melihat laporan keuangan dan tidak hanya melihat angka dividend yield.
4. Perhatikan payout ratio
Dividend payout ratio (DPR) menunjukkan seberapa besar bagian laba yang dibagikan sebagai dividen.
Misalnya perusahaan memperoleh laba Rp1 triliun dan membagikan Rp500 miliar sebagai dividen.
Secara sederhana, DPR-nya:
Rp500 miliar ÷ Rp1 triliun × 100% = 50%
Artinya sekitar 50% laba dibagikan sebagai dividen.
5. Jangan membeli saham hanya untuk mengejar dividen
Ada investor yang membeli saham menjelang cum date karena ingin mendapatkan dividen.
Namun, harga saham dapat bergerak naik atau turun setelah memasuki ex dividend.
Karena itu, mendapatkan dividen bukan berarti investasi otomatis menghasilkan keuntungan total.
Investor perlu memperhitungkan dividen dan perubahan harga saham.
Apakah Harga Saham Turun Setelah Ex Dividend?
Harga saham dapat mengalami penyesuaian ketika memasuki periode ex dividend karena saham tersebut tidak lagi membawa hak atas dividen yang sedang dibagikan.
Namun, penurunan harga tidak selalu persis sama dengan nilai dividen karena harga saham juga dipengaruhi oleh kondisi pasar, sentimen investor, kinerja perusahaan, permintaan dan penawaran, serta faktor lainnya.
Jadi, jangan menganggap membeli saham sebelum cum date lalu menjual setelah ex date sebagai cara mendapatkan keuntungan tanpa risiko.
Dividen vs Capital Gain
Investor saham pada dasarnya dapat memperoleh hasil dari dua sumber utama:
Capital gain
Keuntungan dari kenaikan harga saham.
Contoh:
Beli Rp1.000
Jual Rp1.300
Capital gain = Rp300 per saham sebelum biaya transaksi.
Dividen
Pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham.
Contoh:
Dividen = Rp100 per saham.
Keduanya dapat menjadi bagian dari hasil investasi saham, tetapi tidak ada jaminan bahwa investor akan selalu memperoleh capital gain maupun dividen.
Kesimpulan
Cara mendapatkan dividen dari saham sebenarnya cukup sederhana, tetapi investor harus memahami jadwal corporate action.
Hal terpenting adalah mengetahui cum dividend, ex dividend, recording date, dan payment date.
Investor yang memenuhi ketentuan sebagai pemegang saham yang berhak akan menerima dividen sesuai jadwal yang ditetapkan perusahaan.
Untuk saham dalam penitipan kolektif KSEI, dividen tunai didistribusikan melalui KSEI dan diteruskan ke RDN investor melalui perusahaan efek atau bank kustodian.
Namun, investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena mengejar dividen. Besarnya dividen perlu dilihat bersama dengan kinerja perusahaan, laba, arus kas, payout ratio, valuasi, dan risiko perubahan harga saham.
Dividen dapat menjadi salah satu sumber hasil investasi saham, tetapi bukan berarti setiap saham yang membayar dividen pasti menghasilkan keuntungan investasi secara keseluruhan.
Baca Juga: 10 Aplikasi Trading Saham Terdaftar OJK: Paling Banyak Digunakan
Tanya Jawab Seputar Dividen Saham
Siapa yang berhak menerima dividen?
Pemegang saham yang memenuhi ketentuan corporate action dan tercatat sebagai pemegang saham yang berhak pada recording date.
Apakah harus memiliki saham sampai payment date?
Tidak. Hak dividen ditentukan berdasarkan jadwal dan mekanisme corporate action. Investor tidak harus terus memegang saham sampai tanggal pembayaran untuk menerima dividen yang sudah menjadi haknya.
Apakah menjual saham saat ex date tetap mendapatkan dividen?
Untuk saham yang diperdagangkan di pasar reguler, investor yang telah memiliki hak dividen sebelum memasuki ex date tetap berhak menerima dividen tersebut.
1 lot saham dapat dividen berapa?
Jika 1 lot terdiri dari 100 saham dan dividen Rp100 per saham, maka dividen bruto:
100 × Rp100 = Rp10.000.
Dividen masuk ke mana?
Untuk saham dalam penitipan kolektif KSEI, dividen tunai didistribusikan melalui KSEI ke RDN pada perusahaan efek atau bank kustodian investor.
Apakah semua perusahaan membagikan dividen?
Tidak. Pembagian dividen bergantung pada kondisi perusahaan dan keputusan sesuai ketentuan yang berlaku.
Apakah dividen selalu dibagikan setahun sekali?
Tidak. Frekuensi pembagian dividen berbeda-beda antarperusahaan. Ada perusahaan yang membagikan dividen tahunan dan ada pula yang dapat membagikan dividen interim.
Apa perbedaan cum date dan recording date?
Cum date merupakan akhir periode perdagangan saham dengan hak dividen, sedangkan recording date merupakan tanggal pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen.
Apa itu dividend yield?
Dividend yield adalah perbandingan dividen per saham dengan harga saham. Rumusnya:
Dividend Yield = Dividen per Saham ÷ Harga Saham × 100%.
Apakah membeli saham sebelum cum date pasti untung?
Tidak. Mendapatkan hak dividen tidak menjamin keuntungan investasi secara keseluruhan karena harga saham dapat bergerak naik atau turun.
Baca JUGA: