Cara Cek Pinjol Legal atau Ilegal Resmi OJK via WhatsApp (Kurang dari 1 Menit)

Maraknya aplikasi pinjaman online (pinjol) ilegal yang beredar di internet bikin siapa pun harus ekstra waspada. Banyak penipu sengaja meniru nama, logo, hingga tampilan aplikasi resmi hanya untuk mencuri data pribadi atau meminta uang muka (down payment) palsu.

Padahal, membedakan pinjol resmi berizin dan pinjol ilegal itu sangat mudah. Kamu bahkan tidak perlu mengunduh dokumen PDF yang tebal di situs web. Cukup gunakan aplikasi WhatsApp di HP kamu, status legalitas platform bisa diketahui dalam hitungan detik!

Yuk, simak panduan langkah demi langkah cara cek pinjol resmi OJK via WhatsApp beserta ciri-ciri penting yang wajib kamu kenali sebelum mengajukan pinjaman.

Selalu pastikan pinjol legal dan resmi terdaftar di OJK

Mengapa Harus Cek Legalitas Sebelum Pinjam?

Mengajukan pinjaman di platform yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) punya risiko finansial dan keamanan data yang sangat tinggi. Pinjol ilegal biasanya menetapkan bunga tanpa batas, mengenakan potongan biaya administrasi yang tidak masuk akal, hingga melakukan teror penagihan ke seluruh kontak di HP kamu.

DCI Indonesia (DCII) Catat Pendapatan Rp2,53 Triliun hingga September 2026, Laba Bersih Naik 11,48%

Kuhuni.com, Jakarta — PT DCI Indonesia Tbk (DCII) membukukan pendapatan sebesar Rp2,53 triliun selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Pendapatan ini meningkat 31,49% dibandingkan Rp1,92 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perseroan naik 11,49% menjadi Rp919,88 miliar dari Rp825,09 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian interim per 30 September 2026, pertumbuhan pendapatan diikuti kenaikan beban pokok pendapatan dan beban keuangan. Laba bruto meningkat menjadi Rp1,29 triliun, sedangkan laba usaha mencapai Rp1,17 triliun. Dari sisi posisi keuangan, total aset naik menjadi Rp10,06 triliun, dibandingkan Rp6,65 triliun pada 31 Desember 2025.

Data Center H2 Campus di Kerawang. Dok. DCI Indonesia

Pendapatan DCII Tumbuh 31,49%

Pendapatan DCII selama Januari–September 2026 mencapai Rp2,53 triliun, meningkat Rp605,47 miliar dibandingkan Rp1,92 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp1,24 triliun dari Rp844,10 miliar. Meskipun beban pokok meningkat, pertumbuhan pendapatan yang lebih besar mendorong laba bruto naik 19,69% menjadi Rp1,29 triliun dari Rp1,08 triliun.

Keterangan Jan–Sep 2026
(Rp juta)
Jan–Sep 2025
(Rp juta)
Perubahan
Pendapatan 2.528.326 1.922.859 +31,49%
Beban pokok pendapatan (1.237.133) (844.097) +46,56%
Laba bruto 1.291.193 1.078.762 +19,69%

Margin laba bruto tercatat sekitar 51,07%, lebih rendah dibandingkan 56,08% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan demikian, meskipun pendapatan dan laba bruto meningkat, pertumbuhan beban pokok pendapatan lebih tinggi daripada pertumbuhan pendapatan.

Bank BNI Catat Laba Bersih Rp16,15 Triliun hingga September 2026, Naik 6,03%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp16,15 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Capaian tersebut meningkat 6,03% dibandingkan laba bersih Rp15,23 triliun pada periode Januari–September 2025.

Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga bersih dan laba operasional. Hingga 30 September 2026, total aset BNI juga meningkat menjadi Rp1.481,83 triliun, dibandingkan Rp1.362,05 triliun pada 31 Desember 2025.

Kinerja Bank BNI Kuartal III 2026 Laba Bersih Rp16,15 Triliun

Laba Operasional BNI Tumbuh 9,30%

BNI mencatat laba operasional sebesar Rp20,28 triliun pada sembilan bulan pertama 2026, naik 9,30% dibandingkan Rp18,55 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak mencapai Rp20,15 triliun, bertambah 9,27% dari Rp18,44 triliun.

Pendapatan bunga bersih meningkat menjadi Rp33,24 triliun dari Rp29,25 triliun, atau tumbuh 13,62%. Kenaikan ini terjadi seiring pendapatan bunga yang bertambah 17,28% menjadi Rp60,01 triliun. Pada saat yang sama, beban bunga naik 22,16% menjadi Rp26,77 triliun.

Bukalapak (BUKA) Catat Rugi Rp881,06 Miliar hingga September 2026

Kuhuni.com, Jakarta — PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatat rugi periode berjalan sebesar Rp881,06 miliar selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026. Hasil tersebut berbalik dari laba Rp2,91 triliun pada periode yang sama tahun 2025, seiring perubahan hasil investasi yang menjadi salah satu faktor utama dalam kinerja laba perusahaan.

Di sisi pendapatan, Bukalapak membukukan pendapatan neto sebesar Rp5,64 triliun, meningkat dibandingkan Rp4,73 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, kenaikan pendapatan tersebut belum mampu mengimbangi perubahan pada hasil investasi dan sejumlah beban operasional.

Logo PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)

Pendapatan Naik, Laba Usaha Berbalik Rugi

Pendapatan neto Bukalapak selama sembilan bulan 2026 mencapai Rp5,64 triliun, naik sekitar 19,34% dibandingkan Rp4,73 triliun pada periode yang sama tahun 2025. Beban pokok pendapatan juga meningkat sekitar 19,12% menjadi Rp5,18 triliun dari Rp4,35 triliun.

Laba bruto tercatat sebesar Rp458,66 miliar, lebih tinggi dibandingkan Rp376,31 miliar pada periode sebelumnya. Margin laba bruto meningkat tipis dari sekitar 7,96% menjadi 8,13%.

Beban penjualan dan pemasaran meningkat menjadi Rp200,93 miliar dari Rp149,37 miliar. Sementara itu, beban umum dan administrasi turun menjadi Rp324,45 miliar dari Rp361,34 miliar.

Pendapatan operasi lainnya meningkat menjadi Rp962,99 miliar dari Rp139,32 miliar. Meski demikian, perusahaan membukukan rugi nilai investasi sebesar Rp2,04 triliun, berbalik dari laba nilai investasi Rp2,32 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Perubahan ini berkontribusi besar terhadap pergeseran hasil usaha perusahaan.

Bank Aladin Syariah (BANK) Catat Laba Bersih Rp47,26 Miliar hingga September 2026, Turun 63,10%

Kuhuni.com, Jakarta — PT Bank Aladin Syariah Tbk (IDX: BANK) membukukan laba bersih sebesar Rp47,26 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, turun 63,10% dibandingkan Rp128,15 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan laba tersebut terjadi meskipun perseroan mencatat peningkatan pada sejumlah pendapatan usaha lainnya dan penurunan beberapa komponen beban operasional.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026, Bank Aladin Syariah mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp44,41 miliar. Sementara itu, laba operasional tercatat Rp42,29 miliar pada periode berjalan, dibandingkan Rp130,18 miliar pada Januari–September 2025.

Dari sisi neraca, total aset perseroan tercatat Rp14,42 triliun pada akhir September 2026, turun dibandingkan Rp15,94 triliun per 31 Desember 2025. Ekuitas juga menurun menjadi Rp3,29 triliun dari Rp3,32 triliun.

Bank Aladin memberikan promo pada nasabah

Apa Itu Lot dalam Saham? Pengertian, Cara Menghitung dan Contohnya

Kuhuni.com - Bagi orang yang baru mulai belajar saham, istilah lot hampir pasti akan sering ditemukan. Saat ingin membeli saham melalui aplikasi sekuritas, jumlah saham biasanya tidak ditulis dalam satuan lembar, tetapi menggunakan satuan lot.

Lalu, apa itu lot dalam saham? Berapa lembar saham dalam 1 lot? Berapa modal yang dibutuhkan untuk membeli 1 lot saham?

Sederhananya, lot adalah satuan yang digunakan dalam transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saat ini, 1 lot saham sama dengan 100 lembar saham.

Jadi, kalau kamu membeli 1 lot saham, sebenarnya kamu membeli 100 lembar saham.

Memahami lot sangat penting bagi investor pemula karena jumlah lot menentukan berapa banyak saham yang dibeli sekaligus berapa modal yang harus disiapkan.

arti lot saham
Pengertian lot dalam saham

Apa Itu Lot dalam Saham?

Lot saham adalah satuan jumlah saham yang digunakan dalam transaksi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia.

Di pasar saham Indonesia:

1 lot = 100 lembar saham

Ketentuan ini membuat transaksi saham lebih mudah dihitung dan lebih teratur. BEI sendiri menjelaskan bahwa lot merupakan satuan pembelian saham dan 1 lot terdiri dari 100 lembar saham.

Misalnya kamu ingin membeli saham ABCD sebanyak 1 lot.

Jika harga saham ABCD adalah Rp1.000 per lembar, maka:

1 lot = 100 saham

Modal = 100 × Rp1.000 = Rp100.000

Jadi, kamu membutuhkan sekitar Rp100.000, belum termasuk biaya transaksi dari perusahaan sekuritas.

Terbaru

      Konten Pilihan